Selasa, 01 Maret 2016

Milikku (Bagian I)

"jadi kamu sudah tau?" dia bertanya dengan ekspresi yang sulit kutebak

"aku tau sejak lama"
hembusan angin membuatku semakin bergetar, aku butuh rumahku. sekarang.

"jika kau tahu, aku sudah berlaku seperti ini kepadamu, kenapa kau masih bersamaku?" tanyanya lagi

"dulu, kusebut perasaan ini cinta."

"apa kau masih mencintaiku?" dia bertanya

"ku kira sekarang aku mulai mengerti"

"apa yang kamu mengerti ka?"

kumohon, bisakah kau berhenti bertanya, bahkan untuk tegak didepanmu saja aku seperti sudah seperti kehabisan cakraku. 

"keegoisanku, membuat aku ingin bersamamu hari ke hari. membuat aku hanya ingin memilikimu seutuh-utuhnya tanpa boleh yang lain menyentuhmu. aku mau kamu. semua bagian dari hidupmu. tapi, aku sadar. dengan sikapku yang seperti mengurungmu kedalam penjara. kamu tersiksa. adalah mungkin kamu membutuhkan ketenangan pada hati yang lain. bukan di hatiku"

sunyi menyanyikan  tiap baris baitnya dengan sempurna. kami sama sama terdiam. ditempat ini, kulepas orang yang begitu aku cinta dengan hati yang kubekukan secara paksa. tempat ini, mungkin akan menjadi referensi tempat angker yang harus kuhindari saat ini.

***

Butiran kristal-kristal basah mengetuk alas bumi dengan derasnya. tak sama sekalipun terdengar suara-suara benturan yang membuat hati terasa mengilu. ya, hujan ini damai. Hujan kali ini hanya cukup memberitahukan kepada penduduk bumi, bahwa aku sedih tapi aku baik-baik saja.

serempak dengan itu, kusingkirkan selimut yang betah menggantung di tubuhku, sekarang aku ingin merasakan hawa sejuk yang dibawa dari seluruh penjuru. biar ku nikmati sendiri, karna hujan ini milikku.

bersambung..

7 komentar:

  1. Yah.. ini cerpennya pagi-pagi bikin baper.. :D hikz hikz...

    Baiklah.. aku akan pergi mencari hati yang lain...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahaha..
      kita Generasi BaPer, Bawa Perubahan ^_^

      Hapus
  2. Baiklah. Aku akan pergi mencari cintai ke negeri china.

    BalasHapus
  3. Baiklah. Aku akan mencari cinta di hujan :D

    BalasHapus
  4. Wah.. aku pernah bikin lagu judulnya "Hujan Kali Ini".
    Salah satu baris liriknya adalah.. "kuputuskan tuk nikmati hujan kali ini.." sepertinya berjodoh dg cerpen ini. hehe

    Salam kenal.

    BalasHapus
  5. Wah temanya hujan lagi, hiks...

    BalasHapus
  6. Wah temanya hujan lagi, hiks...

    BalasHapus