Senin, 29 Februari 2016

terpaksa ikut ODOP?

menjawab Tantangan 1 bang syaiha.. 

Mengapa aku bergabung dengan ODOP?

WAKTU itu, ada pemberitahuan dari sebuah komunitas yang aku ikuti di facebook. Komunitas Bisa Menulis namanya, milik Asma Nadia. Dari link tersebut, aku mengenal ODOP. One Day One Post. Haha, sebenarnya mirip sebuah grup yang kuikuti juga, ODOJ (One Day One Juz). Konsep ODOP sama seperti ODOJ, mengajak anggotanya untuk tidak jauh dari sebuah kegiatan, membiasakan lebih tepatnya dan ODOP adalah menulis. Menulis setiap hari.

Aku tau, kegiatan ODOP ini tidaklah mudah. Karena awalnya, aku akan merasa terpaksa untuk kegiatan ini. Apalagi aku bukanlah orang yang terbiasa melakukan kegiatan tulis menulis di media. Terlebih hanya orang-orang konsisten yang bisa bertahan pada akhirnya.

 Namun, bukankah segala sesuatu yang baik memang lebih baik dipaksa agar bisa jadi terbiasa? Terbiasa agar menjadi lebih baik, tentunya.

Jadi?  Vera?  Kamu terpaksa ikut kegiatan ini?
Iya, Aku memaksa diriku untuk kegiatan yang bermanfaat ini, kegiatan yang In Shaa Allah positif ini. Memaksa agar aku mulai menulis. Memaksa diriku berkarya untuk diriku sendiri terlebih dahulu dan menyugesti diriku sendiri bahwa hasil tulisanku adalah hadiah untuk diriku sendiri. Membuang rasa malas dan karena aku yakin, teman-teman anggota ODOP nantinya pasti akan menyemangati ketika rasa lelah itu datang menghampiri. In Shaa Allah..

***

Orang boleh pandai setinggi langit
Tetapi selama ia tidak menulis
Ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah
Menulis adalah bekerja untuk keabadian
..Pramoedya Ananta Toer..