Minggu, 16 Agustus 2015

Bagaimana mengajarmu, ver?
 Seru? 
Menyenangkan?

Aku adalah seorang pengajar disebuah lembaga milik sekolah. Kewalahan memang harus berhadapan dengan peserta didik yang notabene masih kecil-kecil. Tapi itu semua aku hadapi dengan rasa syukur kepada Allah karena telah memberikanku posisi ini.

Pada minggu pertama, memang sedikit kebingungan menghadapi mereka, khususnya kelas 3 SD. Karena sebelumnya aku belum pernah mempelajari bahkan mengetahui bagaimana menghadapi dan gaya belajar seperti apa yang mereka sukai namun mereka tetap berkonsentrasi kepada pelajaran. Maka jadilah, aku seperti halnya seorang guru di kelas. Menjelaskan dipapan tulis. Namun, ternyata cara tersebut belum ampuh. Minggu pertamaku gagal.

Berlanjut minggu kedua. Aku mencoba membuat soal rangkuman berupa pilihan berganda. Karena mereka juga belum begitu disibukkan dengan PR, maka tidak begitu sulit bagiku untuk sekedar meminta mereka untuk mengerjakan soal tersebut. Namun, tantangan selanjutnya adalah mereka sangat bosan mencari jawaban dibuku panduan mereka. Jangankan mencari, membaca soalku saja mereka langsung menyerah “bu, saya gak tau jawabannya”,”bu, jawabannya apa?”, “bu, saya ga ngerti”. Tantanganku selanjutnya adalah beberapa orang dari mereka suka lupa membawa buku cetaknya yang membuatku harus mengambil keputusan untuk berkongsi dengan temannya. Ya, aku tau dengan berkongsi bersama temannya, akan membuat kelas menjadi gaduh. Karena mereka yang tidak membawa buku, dengan tenangnya meminjam jawaban dari temannya yang lain. Huf!. Tapi tidak mengapa, karena minggu keduaku Alhamdulillah jauh lebih baik.

Minggu ketiga. Minggu dimana aku mencoba untuk mengulas jawaban dan bertanya jawab mengenai soal-soal yang pada minggu sebelumnya. Nah, yang menarik disini dengan metode yang seperti ini mereka secara tidak sadar aku ajak menghapal. Terlebih juga, pada minggu kedua sebelum mereka pulang aku sudah mulai menerapkan sistem “Yang jawab, boleh pulang” dan pada minggu ketiga “Selesaikan soal dari ibu, sampai selesai. Setelah itu jawab soal. Lalu boleh pulang”. Yes! Metode itu Alhamdulillah lumayan berhasil.

Nah, bagaimana dengan menghadapi anak-anak kelas 1? 
Hmm, bisa dibilang anak-anak dibawah asuhanku adalah anak-anak yang luar biasa aktifnya (salah satunya adalah menerbangkan pesawat di ruang guru, dan pesawat itu eksis nyangkut di selipan atapnya. Haha). 

Well, bersikap galak sehingga anak-anak mereka menjadi tenang, bukan pilihanku. 

Aku menyadari bahwa, dunia yang sedang mereka hadapi adalah dunia bermain. Sehingga, aku mencoba berdamai dengan dunia mereka. well, jadilah aku membiarkan mereka dengan kelasakannya. Asalkan! Mereka juga menyelesaikan beberapa soal yang merupakan kewajiban mereka. gampang saja membuat mereka menyelesaikan kewajiban mereka. “yang selesai menulis dan menjawab soal, boleh pulang”. Haha! Heeey! Mereka bosen belajar, yang mereka cari sekarang adalah bagaimana mereka bermain, kreatif dan bergaul bersama temannya. Itu!
Next, doakan aku yang akan menyambut minggu-minggu selanjutnya dengan kejutan-kejutan yang menyenangkan yaaaaah!. Aamiin


H A M A S A H !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar